LKB (24/2013).

Selasa, 24 Desember 2013 Dinas Perumahan dan bangunan Pemda Pemprov. DKI Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) menggelar Forum Grup Diskusi (FGD),  bertajuk “Menuju Identitas Kota Jakarta yang bernuansa Arsitektur Betawi”. Acara yang dibuka oleh H. Effendi Yusuf, salah seorang Badan Pendiri LKB itu  menghadirkan tiga orang pembicara dari kalangan arsitek, yaitu Dori Herlambang, Yuke Ardhiati dan Agus Aseni. Sementara dari budayawan Betawi diwakili Yahya Andi Saputra.

FGD yang diselenggarakan di Hotel Sentral, Jakarta, bertujuan memberikan rumusan/masukan terkait rencana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dalam mewujudkan penyelenggaraan bangunan gedung dan prasarana kota dengan karakter arsitektur Betawi.

Dari diskusi yang berlangsung sejak pagi hingga sore dapat disimpulkan bahwa, menciptakan Jakarta sebagai kota yang berkarakter memang sangat penting, karena setiap tempat sesungguhnya memiliki karakter budaya sendiri (local wisdom). Jakarta yang berada di wilayah budaya Betawi dengan demikian harus memperlihatkan ciri khas dari budaya lokalnya.

Namun diakui, hal itu memang tidak mudah terutama bila mengacu pada arsitektur asli Betawi, seperti dalam pembangunan rumah yang  mensyaratkan penyediaan lahan yang cukup luas. Keterbatasan lahan dan pranata sosial yang sudah ada menjadi pertimbangan lain. Karena itu maka disepakati karakter diciptakan dalam bentuk nuansa, dari ornamen-ornamen kebetawian yang harus ada di setiap gedung dan bangunan. (CAI)