WAYANG GOLEK

Betawi memiliki pula kesenian wayang golek. Tetapi saat ini wayang itu sudah tidak ada lagi. Memang wayang golek tidak sepopuler wayang kulit Betawi.

Dari dokumentasi yang sempat direkam, pernah ada dalang wayang golek Betawi bernama Kimpul. Pak Kimpul dan perkumpulan wayang goleknya tinggal di Sukapura, Cilincing, Jakarta Timur.

Bentuk dan tata cara pergelaran wayang golek Betawi sebenarnya sama dengan wayang Golek Sunda. Lakon-lakonnya pun sama, seperti: Bandung Nagasewu, Babad Alas Amar, Patalikrama, Kuda Lalean, Kuda Nawangsa, dan Panji Kerneng Pati.  Perbedaannya terletak pada penggunaan bahasa. Wayang golek Betawi jelas menggunakan bahasa Betawi. Musik pengiringnya sama dengan musik pengiring wayang kulit Betawi, yaitu gamelan ajeng.