UBRUG

Kesenian ubrug sudah dikenal rakyat Betawi pada awal abad ke-20. Ubrug berasal dari daerah Banten bagian selatan. Untuk membedakan dengan ubrug lain, di Betawi menjadi ubrug Betawi.

Ubrug teater rakyat yang melakukan pentas di tanah lapang. Ubrug berpentas ngamen keliling kampung. Dahulu ubrug menjadi suguhan tontonan yang populer. Jika masyarakat mendengar tabuhan musik ubrug, mereka segera keluar rumah memastikan di tanah lapang mana ubruk akan main. Penonton tidak pandang bulu, mulai anak-anak sampai kakek-kakek. Maklum, waktu itu tontonan tidak sebanyak saat ini.

Kita simak bagaimana ubrug mengumpulkan penonton. Mula-mula ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. Sepanjang perjalanan keliling, musik pengiring ubrug (terompet, rebana biang, gendang, dan kulanter), tidak henti dimainkan. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton.

Pementasan ubrug tidak lain dari pertunjukan gerak sulap yang dilengkapi  lakon pendek penuh banyolan. Gerak sulap didasarkan pada keahlian tangan dan ilmu gaib. Sulap yang didasarkan ilmu gaib disebut sulap gedebus. Ubrug tidak mementingkan alur cerita. Yang terpenting bayolan-banyolannya yang menghibur. Walaupun begitu kritik sosial dan sindiran tetap diselipkan di antara banyolan itu.

Ngamen sudah lazim bagi ubrug. Namun ada juga yang nanggap untuk memeriahkan hajatan, seperti khitanan dan perkawinan. Pentas ngamen tidak saja dilakukan pada hari-hari besar. Lebih sering diadakan di tempat-tempat ramai, seperti pasar, halaman stasiun. Uang diperoleh dengan cara nyawer, yaitu meminta langsung dari penonton.

Ada yang berpendapat ubrug merupakan cikal bakal topeng Betawi. Pendapat itu masih perlu diperdebatkan. Dahulu ubrug dan topeng Betawi hidup secara damai. Tokoh ubrug, Mak Kinang, menikah dengan tokoh topeng, Pak Jiun. Setelah menjadi istri Pak Jiun, Mak Kinang belajar menjadi ronggeng topeng. Mak Kinang kemudian lebih terkenal sebagi ronggeng topeng. Dengan begitu ubrug tidak lagi dipentaskan Mak Kinang.

Ubrug kini sudah punah. Tidak ada tokoh yang mencoba menghidupkan kembali. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada tahun 1930-an  adalah ubrug Pasar Rebo pimpinan Kadul.