DERMULUK

Teater rakyat Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20.  Sampai tahun 1930-an pementasan Dermuluk masih dapat disaksikan, khususnya di wilayah Betawi tengah. Dermuluk dipengaruhi oleh teater Dulmuluk yang berasal dari Riau. Maka itu Dermuluk menggunakan bahasa Melayu.

Dermuluk sebenarnya sejenis komedi bangsawan. Pertunjukan Dermuluk mengutamakan unsur nyanyi, tari, dan lakon atau cerita. Cerita yang dibawakan disadur dari cerita-cerita sohibul hikayat, seperti : Sahmad Muhamad, Indra Bangsawan, dan lain-lain. Musik pengiring pertunjukan Dermuluk disebut Orkes Harmonium. Disebut Orkes Harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. Alat musik Orkes Harmonium terdiri dari : harmonium, gitar sampyan, biola, gendang, marakas, dan tambur.

Dalam perkembangannya Dermuluk mengalami beberapa perubahan. Ada yang berpendapat, dari Dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat Lenong Denes dan Tonil Sambrah.

Pada tahun 1930-an perkumpulan Dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. Perkembangan Dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja.